My Best English Teacher

My Best English Teacher

28112018084524dc1e63cdccc9f893cfe433ffe9bbf2d3.jpg


“ Hai, fi come here”. Kamu itu seharusnya duduk di depan bukan malah langsung ke belakang. Saya hanya menunduk dan mengiyakan kata guru les saya. Padahal dalam hati saya takut. Saya murid termuda di kelas ini. Kelas 2 sekolah dasar. Yang masih baru lulus dari hafalan huruf dalam bahasa inggris.


Lagi-lagi saya hanya sebagai pendengar saat kelas berlangsung. Mencatat dan berusaha paham walaupun hasilnya nol besar. Berbeda sore ini, ketika hujan turun dan saya menunggu ayah menjemput, guru saya mendatangi saya. “Nunggu jenputan fi?”. Sambil mengangguk dan seyum saya iyakan.


Fi kamu itu sebenarnya sudah selangkah lebih baik dari anak-anak sekolah dasar di luar sana. Kalau pun kamu belum paham tapi kamu berusaha. Jangan minder di kelas. Semua sama-sama belajar kok. Kalau nggak paham ya kamu tanya. Saat itu dalam hati saya menjawab, apa yang mau ditanya toh semua aku nggak ngerti. Toh masih belajar melafalkan kata.


“Nih ada CD lagu MLTR, coba deh dengar di rumah”, sedikit terkejut dikasih CD sama guru les. “Jangan samapai nggak didengar yaaaaa....”. Teriak guruku ketika aku mulai berjalan ke arah ayah. Saat itu aku masih bingung kenapa dikasih CD dan disuruh dengarkan. Tapi ya karena akubsuka dengar musik pasti kudengarkan.
I wont forget the way, you kissed me.


Salah satu lirik lagu yang ku dengar. Lagunya tenang dan herannya aku mulai mengikuti kata demi kata dari lagu itu. Merasa kalau paham apa yang diucapkan, makin penasarannpelan-pelan buka kamus dan artikan. Dengar lagi sampai dalam 1 minggu aku udah hafal lagunya beserta arti dan paham cara mengucapkannya.


Pertemuan les selanjutnya, ntah disengaja atau tidak, guruku membuat soal dari lirik lagu tersebut dan meminta kami menjelaskan artinya. Merasa mengerti, terlihat binar dan antusias di mataku. Bukan malah menunduk seperti biasa. Guruku menyuruh kami menuliskannya di kertas dan saling koreksi satu sama lain.


Tentu kesempatan ini tidak aku sia-siakan. Dan benar saja, efek dari antusiasku di pertemuan senelumnya semakin membuatku semakin paham bahasa inggris. Guruku malah berkata, kamu itu paham dan cepat hafal. Cuma kamu itu suka minder sama diri sendiri. Kan kamu yabg masuk ke kelas bahasa inggris yang nggak ada anak SD nya, jadi ya kamu wajib menyesuaikan fi. Bukan kelas yang menyesuaikan dengan kamu.
Kata-kata guru saya itu benar-benar masuk ke pikiran bawah sadar saya. Terbukti saya makin santai bergaul dengan teman sekelas saya yang semua adalah anak SMA dan pesanteren. Dari guruku juga mendapat cara belajar yang menyenangkan, yaitu mendengarkan dan mengucapkan. Berkat beliau saya selalu mendengar lagu baru dan mengartikannya setiap hari untuk menambah kosa kata.


Dengan ketekunan dan kesabaranku, akhirnya jelas 4 SD, aku udah bisa ngomong bahasa inggris dengan lancar dan bisa berkomunikasi dengan bahasa asing itu.


#thefighter
#myinspiringteacher

 

  • SHARE :

POST COMMENT

COMMENTS(0)